GWK
Home
Tickets
Top of Statue Tour
Cultural & Ritual
Activity
GWK Events
MICE
Article & News
Career
Jendela Bali Restaurant
Buy Ticket
Buy Ticket
Home
Reguler Ticket
Standard entry ticket for all visitors
Reguler + Statue Tour Ticket
Entry ticket with guided statue tour
BarAong Ticket
Special cultural performance ticket
Reguler + BarAong Ticket
Combined entry and performance ticket
Buggy (add on)
Transportation service add-on
About the Tour
Learn about this exclusive experience
What's Inside Statue (Video)
Virtual preview of the statue interior
Most Attractive Spot
Discover the best viewpoints
Buy Ticket
Book your statue tour experience
Daily Cultural Performance
Traditional performances every day
Ritual Experience
Participate in authentic Balinese rituals
Dining
Restaurant and cafe options
Jendela Bali Restaurant
Fine dining with panoramic views
Beranda Resto All You Can Eat
Buffet dining experience
Starbucks
Coffee and refreshments
Afung
Local cuisine and snacks
Shops
Souvenir and gift shops
Outdoor Activity
Outdoor experiences and adventures
Others
Additional activities and services
Festival Ogoh-ogoh
Annual traditional festival celebration
Pesta Rakyat
People's festival and celebration
Festival Penjor
Traditional Balinese decoration festival
Bali Countdown
New Year's Eve celebration
Ke Inktree
Premium meeting and event space
News
Latest news from GWK
Articles
Latest articles from GWK
Career
About Jendela Bali Restaurant
Discover our signature restaurant
Our Menu
Explore our culinary offerings
Book Your Table
Make a reservation
Group Lunch & Dinner
Special packages for groups
Contact Us on WhatsApp
Quick reservation via WhatsApp
Buy Tickets Now
Buy Ticket
Buy Ticket
GWK HOLDS OGOH-OGOH FESTIVAL 2026, SUCCESSFULLY INVOLVING THOUSANDS OF BALI'S YOUNG GENERATION

GWK HOLDS OGOH-OGOH FESTIVAL 2026, SUCCESSFULLY INVOLVING THOUSANDS OF BALI'S YOUNG GENERATION

March 25, 2026


Ogoh-ogoh merupakan karya seni sakral yang hadir sekali dalam setahun, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Sebagai simbol kuat budaya Bali, Ogoh-ogoh merepresentasikan ekspresi seni, nilai spiritual, serta kebersamaan masyarakat. Sebagai landmark budaya Bali, GWK Cultural Park terus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas dan identitas budayanya melalui penyelenggaraan Festival Ogoh-Ogoh yang tahun ini memasuki tahun ke-6, sekaligus menegaskan komitmen GWK dalam mendukung pelestarian budaya Bali. Festival Ogoh-Ogoh tahun ini melibatkan 15 banjar dari Kecamatan Kuta Selatan yang terpilih melalui proses kurasi dari total 33 pendaftar. Rangkaian acara dimulai pada pukul 16.00 WITA dengan parade Ogoh-Ogoh di area Festival Park, kemudian dilanjutkan dengan perlombaan Ogoh-ogoh di kawasan Mandalaloka.

Festival ini dihadirkan sebagai upaya GWK dalam menciptakan pengalaman berkunjung yang berkesan, sekaligus memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kekayaan budaya Bali secara utuh dalam satu kawasan dengan alur kunjungan yang nyaman dan tertata. Ch. Rossie Andriani selaku Direktur Operasional GWK Cultural Park menyampaikan, “Pelaksanaan Festival Ogoh-Ogoh tahun ini mencerminkan terjalinnya kolaborasi yang baik antara peserta, komunitas, dan tim penyelenggara. Peningkatan jumlah peserta hingga hampir kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya menjadi cerminan meningkatnya kepedulian masyarakat Bali, khususnya generasi muda, terhadap pelestarian budaya. Melalui festival ini, GWK berupaya menghadirkan ruang yang terbuka bagi karya-karya yang lahir dari masyarakat Bali, sekaligus menjadi etalase budaya yang dapat dinikmati oleh pengunjung lokal maupun mancanegara.”

Di balik megahnya Ogoh-ogoh yang ditampilkan, tersimpan kisah kerja keras para generasi muda yang mendedikasikan waktu dan energi mereka selama berminggu-minggu. Banyak di antara anggota Seka Teruna Teruni, organisasi pemuda adat di tingkat banjar/desa di Bali yang menggerakkan kegiatan sosial dan budaya, yang rela bekerja hingga larut malam, bahkan hingga dini hari, demi menyelesaikan detail karya mereka. “Kami ingin memberikan yang terbaik, bukan hanya untuk lomba, tapi untuk menunjukkan identitas kami sebagai masyarakat Bali” ujar salah satu perwakilan Seka Teruna Teruni. Proses ini menjadi lebih dari sekadar persiapan festival, tapi menjadi ruang kebersamaan, tempat belajar yang mempererat ikatan antar generasi. Penilaian festival dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Anak Agung Gede Agung Rama Putra asal Badung, I Kadek Sumariyasa, S.Sn asal Denpasar, I Wayan Juliarta asal Gianyar, dan Andre Prawiradisastra sebagai perwakilan Management GWK.

Adapun Juara Pertama Festival Ogoh-ogoh tahun ini diraih oleh Sekaa Teruna Yowana Pratyaksa dari Banjar Bualu dengan judul ogoh-ogoh “Roga Sanggara Bumi”, disusul Juara Kedua yang diraih oleh Sekaa Teruna Setya Budhi dari Banjar Ubung dengan judul ogoh-ogoh “Pragola Mayuda Pralaya”, serta Juara Ketiga oleh Sekaa Teruna Widya Dharma dari Banjar Tengah dengan judul ogoh-ogoh “Asuri Bava”. Sementara itu, Juara Favorit Pilihan Pengunjung juga diraih oleh Sekaa Teruna Yowana Pratyaksa dari Banjar Bualu.

Selain lomba Ogoh-Ogoh sebagai puncak acara, festival ini juga turut menggandeng UMKM dan brand lokal yang menjajakan berbagai produk menarik sebagai bentuk upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lewat program My Melali GWK Market yang dilaksanakan tanggal 21-23 Maret 2026, serta penampilan Pemoeda Soeka Karaoke yang memberikan hiburan interaktif bagi pengunjung.

Tentang GWK Cultural Park

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park merupakan taman budaya seluas ±60 hektare yang terletak di Ungasan, Kabupaten Badung, sekitar 10–15 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Lebih dari sekadar destinasi wisata, GWK adalah ruang budaya milik Bali sekaligus kebanggaan Indonesia, yang menghadirkan harmoni antara seni, tradisi, dan pengalaman modern dalam satu kawasan terpadu.

Pada tahun 2018, Patung Garuda Wisnu Kencana oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dan patung ini menjadi  salah satu ikon budaya mahakarya terbesar anak bangsa di Indonesia,  tidak hanya menjadi simbol kebanggaan nasional, tetapi juga daya tarik global yang merepresentasikan kekayaan filosofi dan spiritualitas Bali.

Kawasan GWK Cultural Park memiliki berbagai venue berskala besar dengan kapasitas hingga ribuan pengunjung, menjadikannya lokasi strategis untuk penyelenggaraan beragam event berskala nasional maupun internasional, termasuk MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Lotus Pond yang megah & Festival Park yang luas telah menjadi venue untuk berbagai perhelatan internasional seperti G20 dan World Water Forum (WWF), serta konser dan pertunjukan kelas dunia yang menghadirkan ribuan penonton. 

Sebagai destinasi pariwisata, GWK terus menghadirkan pengalaman yang beragam, mulai dari pertunjukan seni budaya Bali, atraksi hiburan, instalasi seni patung, hingga lanskap tebing kapur yang ikonik. Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman kuliner dengan latar Bukit Ungasan yang eksotis di Jendela Bali Resto & Lounge, serta beragam cinderamata khas di Kencana Souvenir.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Public Relations Department – GWK Cultural Park
Telepon: (0361) – 700808 ext.8115
Email: info@gwkbali.com