
Bali, 30 Januari 2026 — Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park terus memperkuat implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis literasi budaya sebagai wujud tanggung jawabnya sebagai landmark budaya ikonik di Bali. Program CSR Literasi Budaya telah berjalan sepanjang tahun 2025 dengan melibatkan lebih dari 2.000 siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Badung. Melalui program tersebut, para siswa diajak berkeliling kawasan GWK, menyaksikan pertunjukan Petualang Garuda Cilik, serta berinteraksi langsung dengan seniman, termasuk belajar memainkan angklung sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya bagi generasi muda. Memasuki tahun 2026, GWK mengembangkan program CSR Literasi Budaya dengan menambahkan rangkaian aktivitas dari My Melali Community. Salah satu inisiatif yang diawali dengan program bertajuk Green Movement sebagai langkah pembuka rangkaian kegiatan kolaboratif lintas komunitas yang akan terus dikembangkan kedepannya.
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi GWK bersama Magi Farm dan Get Plastic sebagai mitra komunitas, dengan partisipasi ratusan siswa Taman Kanak-Kanak dalam aktivitas pembelajaran interaktif yang menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Magi Farm menghadirkan aktivitas edukatif berupa pengenalan pengolahan sampah organik menggunakan maggot yang dikemas secara fun dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Niluh Putu Citra Dewi, selaku Business Development Magi Farm menyampaikan, “Kolaborasi antara GWK dan Magi Farm membawa dampak yang sangat baik, terlebih dengan adanya peserta dari Taman Kanak-Kanak, kami bisa berbagi ilmu mengenai pengelolaan sampah makanan dengan generasi muda.” Sementara itu, Get Plastic memperkenalkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis solusi. Dimas Bagus Wijanarko, Founder dan Ketua Yayasan Get Plastic, mengungkapkan harapannya, “Melalui kolaborasi ini kami ingin sama-sama membangun pariwisata dan lingkungan ke arah yang lebih baik serta berdaya saing internasional.”


“Melalui penambahan program My Melali Community dalam rangkaian CSR, GWK memperluas perannya sebagai ruang kolaborasi pariwisata, edukasi, dan komunitas untuk menanamkan nilai budaya serta kesadaran lingkungan sejak usia dini,” ujar Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park. Kedepannya, My Melali Community akan terus berkembang dan tidak terbatas pada tajuk Green Movement saja. “Melalui My Melali, kami ingin menciptakan ekosistem kolaboratif yang terus bertumbuh. Kami dengan senang hati menyambut komunitas yang ingin berkolaborasi dan berbagi nilai, tidak hanya dalam program Green Movement, tetapi juga dalam berbagai inisiatif lainnya ke depan,” tutupnya.

Tentang GWK Cultural Park
Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park merupakan kawasan taman budaya yang menghadirkan perpaduan seni, budaya, dan pengalaman wisata di Bali. Salah satu daya tarik utamanya adalah Patung Garuda Wisnu Kencana, sebuah mahakarya monumental yang menjadi ikon lanskap Bali dan daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain patung ikonik tersebut, GWK Cultural Park juga menghadirkan beragam ruang terbuka, fasilitas publik, serta program dan aktivitas yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, GWK Cultural Park terus dikembangkan sebagai ruang edukasi, interaksi komunitas, dan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Public Relations Department – GWK Cultural Park
Telepon: (0361) – 700808 ext.8115
Email: info@gwkbali.com

