Pembangunan Patung GWK: Bukan Warna Hijau, Ini Warna Asli Kulit Patung GWK!
Kemegahan Patung GWK yang monumental serta-merta memukau setiap mata begitu tiba di Bali. Setiap jengkal patung yang dibuat begitu detail menyimpan cerita menarik. Salah satu pertanyaan menarik yang kerap muncul adalah, “Apakah warna hijau pada patung ini hasil dari pewarnaan ataukah karena tertutup oleh lumut? Mengapa dipilih warna hijau untuk patung GWK?” Untuk menjawabnya, mari lihat ke belakang sejenak, saat proses pembangunan Patung GWK.
Patung GWK terbuat dari ribuan potong lempengan tembaga yang dipotong menjadi bentuk segitiga. Setiap potongan ditempa dengan sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan bentuk tekstur yang menyerupai kulit manusia. Uniknya, proses pembangunan Patung GWK ini bukanlah pekerjaan mesin, melainkan sepenuhnya manual alias dilakukan oleh tangan manusia.
Meskipun material aslinya berwarna tembaga, lantas mengapa patung GWK memancarkan warna hijau yang unik dan menawan? Rahasianya terletak pada lapisan patina. Patina adalah lapisan warna yang terbentuk karena proses oksidasi material logam dengan kondisi udara dan cuaca di sekitarnya. Proses oksidasi inilah yang dimanfaatkan untuk memberi warna pada Patung GWK.
Proses oksidasi alami berlangsung secara terus menerus dan perlu waktu yang sangat lama. Menurut perhitungan, diperlukan waktu sekitar 10-15 tahun untuk menghasilkan warna hijau patina alami untuk Patung GWK. Untuk mensiasati hal tersebut, maka dipergunakanlah cairan asam yang dapat mempercepat proses oksidasi. Proses penyemprotannya pun berlangsung tak kalah menantang. Para pekerja bersertifikat, yang terlatih bekerja di ketinggian dikerahkan untuk untuk melakukan penyemprotan cairan asam di ketinggian Patung GWK.







Patung GWK Tahun 2018
Patung GWK Tahun 2019
Patung GWK Tahun 2020
Gallery







