GWK
Home
Tickets
Top of Statue Tour
Cultural & Ritual
Activity
GWK Events
MICE
Article & News
Career
Jendela Bali Restaurant
Buy Ticket
Buy Ticket
Home
Reguler Ticket
Standard entry ticket for all visitors
Reguler + Statue Tour Ticket
Entry ticket with guided statue tour
BarAong Ticket
Special cultural performance ticket
Reguler + BarAong Ticket
Combined entry and performance ticket
Buggy (add on)
Transportation service add-on
About the Tour
Learn about this exclusive experience
What's Inside Statue (Video)
Virtual preview of the statue interior
Most Attractive Spot
Discover the best viewpoints
Buy Ticket
Book your statue tour experience
Daily Cultural Performance
Traditional performances every day
Ritual Experience
Participate in authentic Balinese rituals
Dining
Restaurant and cafe options
Jendela Bali Restaurant
Fine dining with panoramic views
Beranda Resto All You Can Eat
Buffet dining experience
Starbucks
Coffee and refreshments
Afung
Local cuisine and snacks
Shops
Souvenir and gift shops
Outdoor Activity
Outdoor experiences and adventures
Others
Additional activities and services
Festival Ogoh-ogoh
Annual traditional festival celebration
Pesta Rakyat
People's festival and celebration
Festival Penjor
Traditional Balinese decoration festival
Bali Countdown
New Year's Eve celebration
Ke Inktree
Premium meeting and event space
News
Latest news from GWK
Articles
Latest articles from GWK
Career
About Jendela Bali Restaurant
Discover our signature restaurant
Our Menu
Explore our culinary offerings
Book Your Table
Make a reservation
Group Lunch & Dinner
Special packages for groups
Contact Us on WhatsApp
Quick reservation via WhatsApp
Buy Tickets Now
Buy Ticket
Buy Ticket
Tari Oleg Tamulilingan GWK Cultural Park: Slow-burn Romance yang Terukir dalam Tari Bali

Tari Oleg Tamulilingan GWK Cultural Park: Slow-burn Romance yang Terukir dalam Tari Bali

09 Februari 2024

Pulau Bali yang kaya akan budaya dan keindahan alam memiliki daya tarik tak terbantahkan. Salah satu yang menjadikan Bali sebagai magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara adalah seni tari yang unik, indah dan sangat beragam. Salah satu dari ribuan ragam tari yang memiliki alur cerita sederhana namun penuh makna adalah Tari Oleg Tamulilingan.

Tari Oleg Tamulilingan merupakan tari Bali yang diciptakan pada tahun 1952 oleh I Mario atau lebih dikenal dengan nama I Ketut Marya. Beliau adalah maestro seni tari yang juga menciptakan Tari Kecak bersama Walter Spies. Pertunjukan ini hanya melibatkan dua orang, terdiri dari seorang penari perempuan dan seorang penari laki-laki. Tari ini dibawakan dengan sangat lincah, intim dan sangat gemas oleh penari perempuan dan penari laki-laki. Gerakan-gerakan lincah nan centil berpadu dan beradu menciptakan kisah romansa bersama dengan iringan tabuh gamelan nan merdu.

Tari Oleg Tamulilingan adalah personifikasi romantisme muda-mudi yang direpresentasikan dalam lagak kebahagiaan dua ekor kumbang yang bermain, saling menggoda sembari menikmati manisnya madu dan sari bunga. Kedua kumbang saling bertukar sapa tanpa kata melalui gerakan dan ekspresi wajah. Tari ini mencapai puncaknya ketika gerakan tari yang semakin kompleks dan energik. Menggambarkan romansa yang semakin tumbuh dalam setiap gerakan. Layaknya muda-mudi yang memadu kasih, penghujung gerakannya mengalun perlahan, ibarat sebuah ketenangan yang ditemukan di dalam diri pasangannya. Sebuah gambaran tentang keseimbangan dalam kehidupan.

Kostum penari perempuan dan laki-laki dalam Tari Oleg Tamulilingan memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Perbedaannya terdapat pada properti yang digunakan di kepala. Penari laki-laki menggunakan ledeng, sementara penari perempuan tampil menggunakan gelungan, sanggul, dan Bunga Semelat. Kostum Tari Oleg Tamulilingan membungkus dengan apik kesan maskulin sang kumbang jantan dan centil feminim sang kembang.

Tata rias Tari Oleg Tamulilingan pun juga memperlihatkan perbedaan dengan penekanan pada Srinata, hiasan wajah di bagian atas. Penari laki-laki menonjolkan alis tajam dan titik tengan, sementara penari perempuan menampilkan kombinasi alis hitam yang tajam dengan warna putih, serta eyeliner tajam di bawah mata. Keseluruhan tampilan tari Bali satu ini ditunjang oleh eyeshadow berbagai warna, menambahkan keindahan pada setiap gerakan tarian.

Garuda Wisnu Kencana Cultural Park turut menampilkan beragam tari Bali. Tari romantis ini menampilkan sepasang penari wanita dan pria GWK yang memiliki chemistry yang kuat dengan alur kisah yang apik dan gerakan yang menawan.

Saksikan Keindahan Tari Oleg Tamulilingan di Garuda Wisnu Kencana!

Tari Oleg Tamulilingan ditampilkan setiap hari di Amphitheater Garuda Wisnu Kencana Cultural Park pada Pukul 11.00 WITA. Beli tiket nya di sini atau bisa datang langsung ke loket tiket GWK Cultural Park.

Gallery

Gallery Image 1
Gallery Image 2
Gallery Image 3
Gallery Image 4
PT. Alam Sutera Realty Tbk ("the Company") is an integrated property developer company that prioritize innovation to fulfill a quality living. The business activities are focused on the development as well as management of residential areas, commercial districts; and also shopping centers, recreational and hotel areas (integrated area development).
Attraction & EventsActivityMICEWeddingFacilityCareer & Opportunity
NewsArticlesCorporateCommercial LeasingGalleryContact Us
© All rights reserved - Garuda Wisnu Kencana Cultural Park